4 STRATEGI ROCKSTAR DALAM MEMPERTAHANKAN PELANGGANNYA YANG DAPAT KALIAN TERAPKAN DI DUNIA NYATA

Berbicara soal game, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Rockstar. Ya, salah satu perusahaan publisher game ternama. Salah satunya, Grand Theft Auto series. Series game open world yang selalu dinanti-nanti para gamers. Tapi sadar tidak sih, kalau ternyata, Rockstar ini punya strategi dalam mempertahankan pelanggannya? Berikut adalah 4 strategi yang Rockstar gunakan dalam mempertahankan marketing nya

1. Break The Rules (Lawan Aturannya)

https://images.app.goo.gl/YiYHePJV7vErxYp1A

Rockstar tidak pernah takut untuk melawan aturan atau hukum soal dunia  per-game-an. Bahkan salah satu seriesnya, yaitu Manhunt, di banned di beberapa negara karena terlalu ekstrim. Sempat ada cerita juga, bahwa Manhunt sempat menjadi alasan seorang anak kecil berusia 12 tahun membunuh sahabatnya sendiri. Rockstar sendiri membantah itu semua dengan mengatakan bahwa Manhunt sendiri sudah dilabeli rating 19 tahun ke atas. Jadi, yang salah adalah orang tua dari anak itu karena kurang mengawasi. Secara tidak langsung juga, Manhunt mendapat promosi dari kasus itu yang besar itu. Sampai Manhunt sempat laku habis di beberapa negara sebelum akhirnya di banned.

2. Give the customers what they want (Berikan apa yang pelanggan kalian mau)

https://images.app.goo.gl/5zq2b2gh9RBn6Hrk9

Rockstar selalu menjadi salah satu developer yang ketika akan merilis game terbaru. Kenapa? Karena Rockstar tidak pernah gagal dalam memuaskan pelanggannya. Ketika mengarah ke Rockstar, ekspektasi para pelanggannya selalu tinggi. Dan hebatnya, Rockstar tidak pernah gagal soal itu. Ini lah kenapa, Rockstar selalu memiliki banyak pelanggan. Dan akan terus bertambah. Terlebih lagi, dalam kurun waktu dekat, Rockstar akan merilis versi remastered dari series lama GTA. Yang mana, para pelanggannya pasti sudah menunggu akan hal itu.

3. Don't be afraid to kill your bad things (Jangan takut membuang ide-ide lama)

https://images.app.goo.gl/GAtPPGZy9VnhH2tv9

Dari GTA series, Manhunt, Bully, L.A Noire, semuanya punya kesan dan pesan yang berbeda-beda. Bagaimana bisa? Karena Rockstar selalu muncul dengan ide-ide baru. Tidak hanya diam di tempat. Mereka selalu ingin keluar dari zona nyaman. Dengan begitu, mereka akan menemukan banyak sekali hal-hal yang dapat mereka buat. Rockstar juga suka membuat sesuatu dari nol. Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Seperti contohnya, dari GTA San Andreas yang berkisah tentang kriminal gangster, yang mana setelah itu, Bully Schoolarship rilis. Yang mana berbanding terbalik tentang kisah seorang anak yang bersekolah di daerah yang penuh dengan kenakalan remaja. Perbedaan ini yang menjadi prinsip Rockstar untuk menciptakan sebuah inovasi dan ide-ide baru dalam setiap game nya.

4. Take pride in entire experience (Percaya pada semua pengalaman yang dilalui)

https://images.app.goo.gl/6UB5NNoZPJMynU1VA

Dari GTA San Andreas sampai GTA V yang merupakan tipe game yang sama, yaitu openworld, Rockstar selalu ingin memberikan pengalaman yang berbeda. Jadi apa yang mereka berikan? Detail. Yap, dari seluruh aspek series GTA, selalu menghadirkan detail-detail terbaru. Kenapa? Karena kepuasan pelanggan itu lah yang Rockstar cari. Rockstar tidak hanya ingin membuat game. Tapi Rockstar ingin pelanggannya benar-benar cinta dengan apa yang mereka buat. Rockstar juga menggunakan secara penuh kepercayaan para pelanggan terhadap produk mereka. Jadi, tidak perlu keluar banyak uang untuk membuat trailer game atau apapun itu, cukup yakinkan bahwa Rockstar akan mengeluarkan game bagus, biarkan marketing berjalan melalui media dan para gamers.

Dari semua itu, pendiri Rockstar yaitu Dan Houser, dalam wawancaranya pernah berkata seperti ini.

 "Tujuan kita bukan membuat game dengan cerita yang bagus tapi grafiknya biasa saja. Atau game dengan cerita biasa saja tapi dengan grafik yang fantastis. Kami ingin para gamers bilang kalau kami membuat game yang bagus dan tidak ada yang ku harap kan selain 'aku suka semua konsepnya'".

Dan itu lah tadi. 4 strategi Rockstar yang bisa kalian terapkan di dunia nyata. Mungkin kalian bukan developer game atau semacamnya. Tapi kalian tetap bisa kok terapkan itu semua di bisnis atau pekerjaan kalian.


amikom.ac.id









Comments

Post a Comment